Thursday, December 30, 2021

NASAB KELUARGA

 

Moh.Aprillia Hatta Bin Moh Majid Bin Muhammad Bin Imam Mujari



Kerajaan Mataram Kuno adalah kerajaan di Pulau Jawa yang melahirkan Kerajaan Kediri dan Kerajaan Singasari. Kediri dan Singasari yang berdiri di Jawa Timur antara tahun 1042-1222 masehi, merupakan 2 kerajaan yang lahir atas inisiatif Raja Airlangga dan dilaksanakan oleh Mpu Bharada. Tujuan mataram kuno membagi 2 kerajaannya ini sendiri adalah untuk meredam pertikaian, dan mencegah kehancuran jika pada akhirnya pertikaian yang dikhawatirkan terjadi pada akhirnya benar-benar meletus.

Bibit pertikaian itu sendiri berakar pada 2 putra Airlangga, yhaitu Sri Samarawijaya Dharmasuparnawahana dan Teguh Uttunggadewa yang merasa berhak atas tahta mataram kuno. 


Lalu yang kedua. Saat Raden Wijaya meminta bantuan untuk merebut kembali Kerajaan Singasari dari tangan Jayakatwang, Arya Wiraraja tak menolak. Tanpa ragu, dia menunjuk anaknya, Ranggalawe, sebagai pemimpin untuk membuka Hutan Tarik. Hutan yang sekarang berlokasi di Sidoarjo inilah yang nantinya merupakan cikal bakal lahirnya Kerajaan Majapahit. Sementara dia sendiri, di Madura sibuk melatih para tentara agar siap menghadapi kekuatan tentara Jayakatwang.

Setelah akhirnya Raden Wijaya berhasil mengalahkan musuh dan kemudian mendirikan Kerajaan Majapahit, Arya Wiraraja tetap bersedia menjadi bawahannya. Padahal, Sang Prabu sudah menjanjikan kalau ia berhasil, maka akan dibaginya Kerajaan Majapahit menjadi dua. Separo untuknya, dan separonya lagi untuk Arya Wiraraja. Mantan adipati yang kemudian diberi kekuasaan di Tuban itu, tak pernah sekalipun berniat menagih janjinya. Sampai ketika anaknya, Ranggalawe, tewas dibunuh Kebo Anabrang atas perintah Raden Wijaya. Saat itulah ia menjadi gusar dan mulai menagih janji. Dan Raden Wijaya menepati janji, membagi kerajaan menjadi dua wilayah, yaitu: Barat dan Timur. Barat untuk dia, Timur untuk Arya Wirawaja. Wilayah Kerajaan Barat meliputi: Singosari, Kediri, Gelang-gelang (Ponorogo) dan Wengker, sementara wilayah Kerajaan Timur, meliputi: Lumajang, Panarukan, Blambangan, Madura dan Bali. Arya Wiraraja dinobatkan menjadi raja di Majapahit yang beribukota di Lumajang (Lumajang Tigang Juru) pada tanggal 26 Agustus 1294.

size='medium'/>

Tuesday, December 21, 2021

9 Hadits tentang Kematian yang Perlu Dipahami Muslim

 

Hadits tentang Kematian perlu diketahui Muslim untuk mengingat kematian yang pasti akan menjemputnya kapan dan di mana pun berada. Sebab, kematian adalah keniscayaan.  Dalam Alquran disebutkan bahwa tiap makhluk yang bernapas pasti akan mati. Karena itu, tak seorang pun yang bisa menghindar dari kematian.    Allah SWT berfirman:

 كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَنَبْلُوْكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۗوَاِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. BACA JUGA: Hadits Waktu Doa Mustajab Hari Jumat, Paling Utama Setelah Ashar Dalam Islam, tanda-tanda kematian sudah diingatkan kepada tiap manusia di antaranya kulit mulai keriput, rambut beruban dan daya ingat melemah. قُلْ إِنَّ ٱلْمَوْتَ ٱلَّذِى تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُۥ مُلَٰقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Dalam Islam “Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Q.S. Al-Jumu’ah : 8) Dikutip dari Pusat Kajian Hadis (PKH), orang yang selalu ingat mati tentu mempersiapkan kehidupan sesudah mati. Dia memahami bahwa ada lagi kehidupan setelah mati. Bekal kehidupan setelah kematian bukanlah harta melimpah, rumah mewah, perhiasan berkilo-kilo dan sejenisnya. Bekal yang hanya berlaku adalah “Amal Kebaikan”. 

Berikut hadits tentang kematian:

1. Berbaik Sangka Tiap Muslim pasti ingin hidupnya khusnul khotimah. Banyak cara agar memperoleh predikat husnul khatimah. Salah satu di antaranya adalah selalu bersangka baik kepada Allah.  Rasulullah Shalla Allahu Alaihi Wa Sallam mewanti-wanti umatnya agar selalu berhusnudzan (baik sangka) kepada Allah. Hadis riwayat Al-Imam Muslim : عَنْ جَابِرٍ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْلَ وَفَاتِهِ بِثَلَاثٍ يَقُولُ لَا يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إِلَّا وَهُوَ يُحْسِنُ بِاللَّهِ الظَّنَّ Dari Jabir Radhiyallahu Anhu berkata: Aku mendengar Nabi Shalla Allahu Alaihi Wa Salam bersabda tiga hari sebelum beliau wafat: “Jangalah salah seorang dari kalian meninggal dunia kecuali ia berbaik sangka kepada Allah.”(HR. Muslim) Al Imam Nawawi menjelaskan bahwa sebelum seorang mukmin meninggal dunia hendaklah ia bersangka baik kepada Allah bahwa ia diampuni. Ia tidak boleh putus asa dari kasih sayang (rahmah) Allah. Hal ini merupakan harapan baik ketika ajal datang.

2. Jeritan Jenazah di Atas Keranda عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا وُضِعَتْ الْجِنَازَةُ فَاحْتَمَلَهَا الرِّجَالُ عَلَى أَعْنَاقِهِمْ فَإِنْ كَانَتْ صَالِحَةً قَالَتْ قَدِّمُونِي قَدِّمُونِي وَإِنْ كَانَتْ غَيْرَ صَالِحَةٍ قَالَتْ يَا وَيْلَهَا أَيْنَ يَذْهَبُونَ بِهَا يَسْمَعُ صَوْتَهَا كُلُّ شَيْءٍ إِلَّا الْإِنْسَانَ وَلَوْ سَمِعَهَا الْإِنْسَانُ لَصَعِقَ Dari Sa’id bin Abu Sa’id dari bapaknya bahwa dia mendengar Abu Sa’id AL Khudriy radliallahu ‘anhu berkata; Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: “Jika jenazah diletakkan lalu dibawa oleh para pemandu di atas pundak mereka, maka jika jenazah tersebut termasuk orang shalih (semasa hidupnya) maka dia akan berkata; “Bersegeralah kalian, bersegeralah kalian (membawa aku). Dan jika ia bukan dari orang shalih, maka dia akan berkata; “Celaka, kemana mereka akan membawanya?. Suara jenazah itu didengar oleh setiap makhluq kecuali manusia dan seandainya ada manusia yang mendengarnya tentu dia akan jatuh pingsan”. (HR. Bukhari).


3. Amal Ibadah Teman Setia عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ رَسُوْلِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم قَالَ :يَتْبَعُ المِيْتَ ثَلَاثَةٌ: أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ، فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى وَاحِدٌ: يَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ، وَيَبْقَى عَمَلُهُ . Dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu menuturkan, Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: “Mayyit diiringi tiga hal, yang dua akan kembali sedang yang satu terus menyertainya, ia diiringi oleh keluarganya, hartanya dan amalnya. Harta dan keluarganya akan kembali, sedang amalnya akan terus tetap bersamanya.” (HR. Bukhari-Muslim). Di dalam kubur yang gelap dan tidak ada siapa-siapa, tentu membuat hati sedih, gundah dan takut. Di saat itulah datang amal seorang yang meyerupai bentuk manusia. Jika amalnya baik, dia akan berbentuk manusia yang indah, wangi dan ramah. Namun sebaliknya, jika amalnya buruk, ia akan berubah bentuk menjadi manusia yang menyeramkan, berbau busuk dan bersuara kasar. Amal akan menemani seseorang dalam kuburnya entah berapa lamanya sampai datang Hari Kiamat.

4. Perbanyak Mengingat Mati عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ يَعْنِي المَوْتَ . Dari Abu Hurairah ra. pula, berkata: Rasulullah Shalla Allahu Alaihi Wa Sallam bersabda : “Perbanyaklah kalian mengingat kepada sesuatu yang melenyapkan semua kelezatan, yaitu maut.” (HR. Tirmidzi) 5. Kematian Sudah Digariskan  عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ خَطَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطًّا مُرَبَّعًا وَخَطَّ خَطًّا فِي الْوَسَطِ خَارِجًا مِنْهُ وَخَطَّ خُطَطًا صِغَارًا إِلَى هَذَا الَّذِي فِي الْوَسَطِ مِنْ جَانِبِهِ الَّذِي فِي الْوَسَطِ وَقَالَ هَذَا الْإِنْسَانُ وَهَذَا أَجَلُهُ مُحِيطٌ بِهِ أَوْ قَدْ أَحَاطَ بِهِ وَهَذَا الَّذِي هُوَ خَارِجٌ أَمَلُهُ وَهَذِهِ الْخُطَطُ الصِّغَارُ الْأَعْرَاضُ فَإِنْ أَخْطَأَهُ هَذَا نَهَشَهُ هَذَا وَإِنْ أَخْطَأَهُ هَذَا نَهَشَهُ هَذَا Dari Abdullah radliallahu anhu dia berkata; "Nabi shallallahu alaihi wasallam pernah membuat suatu garis persegi empat, dan menggaris tengah dipersegi empat tersebut, dan satu garis di luar garis segi empat tersebut, serta membuat beberapa garis kecil pada sisi garis tengah dari tengah garis tersebut. Lalu beliau bersabda: Ini adalah manusia dan ini adalah ajalnya yang telah mengitarinya atau yang mengelilinginya dan yang di luar ini adalah cita-citanya, sementara garis-garis kecil ini adalah rintangan-rintangannya, jika ia berbuat salah, maka ia akan terkena garis ini, jika berbuat salah lagi maka garis ini akan mengenainya." (HR. Bukhari) [No. 6417 Fathul Bari] Shahih.

6. Usia Jadi Tanda عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَعْمَارُ أُمَّتِي مَا بَيْنَ السِّتِّينَ إِلَى السَّبْعِينَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Usia ummatku berkisar antara enam puluh sampai tujuh puluh tahun, dan sedikit sekali mereka yang melebihi (usia) tersebut." (HR. Ibnu Majah) [No. 4236 Maktabatul Maarif Riyadh] Hasan Shahih.

7. Persiapkan Bekal Amal ٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ قَالَ كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا قَالَ فَأَيُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الْأَكْيَاسُ Dari Ibnu Umar bahwa dia berkata; Saya bersama dengan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, tiba-tiba datang seorang laki-laki Anshar kepada beliau, lalu dia mengucapkan salam kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam dan bertanya; "Ya Rasulullah, bagaimanakah orang mukmin yang utama?" beliau menjawab: "Orang yang paling baik akhlaknya." Dia bertanya lagi; "Orang mukmin yang bagaimanakah yang paling bijak?" beliau menjawab: "Orang yang paling banyak mengingat kematian, dan yang paling baik persiapannya setelah kematian, merekalah orang-orang yang bijak." (HR. Ibnu Majah) [No. 4259 Maktabatul Maarif Riyadh] Hasan.

8. Mayit Diiringi 3 Hal حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيُّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي بَكْرِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ سَمِعَ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلَاثَةٌ فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى مَعَهُ وَاحِدٌ يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَيَبْقَى عَمَلُهُ Telah menceritakan kepada kami Al Humaidi telah menceritakan kepada kami Sufyan telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Abu Bakar bin Amru bin Hazm ia mendengar Anas bin Malik menuturkan, Rasulullah Shallallahualaihiwasallam bersabda: "Mayyit diiringi tiga hal, yang dua akan kembali sedang yang satu terus menyertainya, ia diiringi oleh keluarganya, hartanya dan amalnya. Harta dan keluarganya akan kembali, sedang amalnya akan terus tetap bersamanya." (HR. Bukhari) [No. 6514 Fathul Bari] Shahih. 9. Cinta Harta dan Panjang Umur عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَكْبَرُ ابْنُ آدَمَ وَيَكْبَرُ مَعَهُ اثْنَانِ حُبُّ الْمَالِ وَطُولُ الْعُمُرِ رَوَاهُ شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ Dari Anas bin Malik radliallahu anhu dia berkata; Rasulullah shallallahu alaihi wasallam besabda: "Anak Adam akan semakin tumbuh dewasa dan semakin besar pula bersamanya dua perkara, yaitu; cinta harta dan panjang umur." Diriwayatkan pula oleh Syubah dan Qatadah. (HR. Bukhari) [No. 6421 Fathul Bari] Shahih. Demikian

9 kumpulan hadits tentang kematian. Semoga dengan mempelajari hadits tersebut, Muslim bisa lebih meningkatkan lagi amal ibadahnya sebagai bekal menjemput kematian. Wallahu A'lam. 

 

Artikel ini telah tayang di www.inews.id dengan judul " 9 Hadits tentang Kematian yang Perlu Dipahami Muslim ", Klik untuk baca: https://www.inews.id/lifestyle/muslim/hadits-tentang-kematian/2.


size='medium'/>

Monday, December 13, 2021

Kyai Achmad Sidiq Ijazah Tasawuf

 Pengajian-pengajian Kyai Achmad banyak bernuansa tasawwuf. Ada 3 unsur utama dari tasawwuf yang dapat menuntun seseorang untuk bertasawwuf dari tingkat rendah menuju peningkatan diri secara bertahap, yaitu:

  1. Al Istiqomah: yang berarti tekun, telaten, terus-menerus, tidak bosan mengamalkan apa saja yang dapat diamalkan. Mungkin baca Yasin tiap malam Jum’at, mungkin baca Istighfar sekian kali dalam setiap malam, dan sebagainya.
  2. Az Zuhd: yang berarti terlepas dari ketergantungan hati /batin dengan harta benda kekuasaan, kesenangan, dan sebagainya. Baik yang ada di tangannya sendiri, apalagi di tangan orang lain. Tidak bergantung dengan yang dimiliki berbeda dengan tidak punya. Seorang “Zahid” bisa saja kaya, tetapi hatinya tidak tergantung pada kekayaannya. Barang siapa yang tidak berputus asa karena sesuatu yang terlepas dari tangannya dan tidak bergembira (melewati batas) dengan sesuatu yang diterimanya dari Allah, maka dia sudah mendapatkan zuhud pada kedua belah ujungnya.
  3. Al Faqir: artinya selalu menyadari kebutuhan diri kepada Allah. Kesadaran yang mendalam dan terus-menerus tentang “dirinya membutuhkan Allah” tidak selalu ada pada setiap orang. Pada suatu saat kesadarannya, akan tinggi tetapi saat lain kesadarannya menurun.

Majelis Dzikir Dzikrul Ghofilin

Dzikrul Ghofilin
Dzikrul Ghofilin | nahdlatululama.id
size='medium'/>

Tuesday, November 30, 2021

Fadilah Sholawat

 Segalanya butuh sholawat



Menjalankan Sepenuh Hati Qolbu Salim (Hati yg Suci) Rukun Islam dan Rukun Iman.

Kumpul orang alim dzikrul ghofilin dan semaan alqur'an Gusmiek

1.Amalan tiap hari

Sholawat 1000x

Istigfar 1000x

Alfateha ke Nabi Muhammad SAW,Syeikh Abdulqodir Al Jaelani para waliyullah,Ortu,Guru-Guru Kito engkang tasek sugeng maupun pun sedo,mbah mbah kito buyut kito,keluarga kito,anak turun kito,diri kito minimal 100x fateha

2.Sholat tahajud

3.Puasa Senin Kamis dan Daud

Istiqomah lebih utamo dari 1000 karomah


InsyaAllah

Selamet dunio akhirot,

beruntung dunio akhirot,

Mulyo dunio akhirot

size='medium'/>

Doa Mujarab untuk menyembuhkan penyakit yg sulit disembuhkan:



 Faidah: Mujarab untuk menyembuhkan penyakit yg sulit disembuhkan:


Caranya: sediakan tiga wadah/botol yg berisikan air, setelah selesai dibacakan 2 ayat dibawah ini lalu ditiupkan kemudian diminum dan sisanya dibuat mandi:

1.بسم الله الرحمن الرحيم 1000x
2.لَيْسَ لَهَا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ كَاشِفَة 1000x  size='medium'/>

Wednesday, October 6, 2021

Nasihat Si Mbah




 Ingin makan tahu,kudu susah sek goreng tahu,beruntung sek goreng tahu ora gawe tahu disek😁alhamdulillah🤗

1.Wong naliko metu soko wetenge simbok iku kudu susah, tapi yen wong metu soko dunyo alias mati iku kudu roso seneng, iki alamate wong seng bakal urip seneng.
2.Nak wong ahli toriqoh utowo ahli tasawuf iku ora ono bedone doso iku gede utowo cilik podo bae kabeh didohi.
3.Alamate wali iku wes ora biso guneman karo menungso, masalahe wong nak guneman karo menungso iku yo ora biso dzikir karo  Gusti Allah.
4.Apik-apik’e wong iku taqwo marang Gusti Allah yoiku ora ngelakoni doso mboh iku doso cilik utowo doso gede kabeh iku di tinggal.
5.Yen Enek Ojo Bungah Yen Gak Enek Ojo Susah.
Yen Enak Ojo Mentèng Kelek Yen Gak Enak Ojo Sambat. Ikhlas anggone Sholat lan Sabar.
-Nasihat Si Mbah-

size='medium'/>

Sunday, October 3, 2021

Penjelasan Al-Quran tentang Fenomena Alam Semesta Bertasbih kepada Allah

 

Penjelasan Al-Quran tentang Fenomena Alam Semesta Bertasbih kepada Allah

29/11/2020


Fenomena Alam Semesta Bertasbih kepada Allah

Apakah yang bertasbih kepada Allah adalah manusia saja? Apabila kalian mengira bahwa selama ini yang bertasbih kepada Allah hanya manusia saja adalah keliru. Karena banyak ayat Al-Quran yang menerangkan bahwa alam semesta bertasbih kepada Allah SWT. Semua makhluk di dunia ini bertasbih kepada Allah. Salah satu ayat Al-Quran yang menjelaskan tentang hal ini adalah surat Al-Isra ayat 44:

تُسَبِّحُ لَهُ ٱلسَّمَٰوَٰتُ ٱلسَّبْعُ وَٱلْأَرْضُ وَمَن فِيهِنَّ وَإِن مِّن شَىْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِۦ وَلَٰكِن لَّا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ إِنَّهُۥ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا

“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.”

Seluruh alam bertasbih kepada Allah, baik makhluk hidup maupun benda mati

Beberapa kali Allah telah menerangkan dalam Al-Quran tentang tasbihnya seluruh makhluk di alam semesta. Baik itu makhluk hidup seperti hewan-hewan dan tumbuh-tumbuhan, maupun benda mati seperti gunung-gunung. Ayat yang menjelaskan tentang hal tersebut adalah surah An-Nur ayat 41:

أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يُسَبِّحُ لَهُۥ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱلطَّيْرُ صَٰفَّٰتٍ كُلٌّ قَدْ عَلِمَ صَلَاتَهُۥ وَتَسْبِيحَهُۥ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ بِمَا يَفْعَلُونَ

Tidaklah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.”

Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Adhim menuturkan bahwa yang dimaksud dengan apa yang ada di langit dan bumi adalah seluruh makhluk baik dari kalangan malaikat, manusia, jin, semua hewan serta benda mati. Hal ini pun senada dengan keterangan dari Wahbah Zuhayli dalam Tafsir Al-Wajiz bahwa seluruh makhluk Allah yang bertasbih itu berasal dari makhluk hidup seperti bangsa hewan maupun benda-benda mati.

Dalam suatu hadis riwayat Abu Hurairah, Rasulullah SAW pernah menyebutkan bahwa semut juga bertasbih. Rasululullah pada saat itu menceritakan kepada sahabat-sahabatnya bahwa pada zaman dahulu Nabi Musa pernah duduk dibawah pohon yang rindang. Pada saat bersantai tiba-tiba ia merasa kesakitan karena ada bagian tubuhnya yang digigit seekor semut. Nabi Musa pun marah lantas menyuruh pasukannya untuk membakar sarang semut tersebut. Namun Nabi Musa ditegur Allah perihal tersebut seperti yang disabdakan Rasulullah SAW “Hanya karena kamu digigit oleh seekor semut, lalu kamu membinasakan sebuah umat yang bertasbih” (HR Bukhari Muslim).

Kisah ini serta ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah membuktikan bahwa hewan-hewan seperti burung dan semut juga turut bertasbih. Melalui ayat-ayat dan kisah ini indikasinya tidak hanya dua jenis hewan di atas. Melainkan seluruh hewan di alam ini pun juga bertasbih menyucikan dan mengagungkan nama Allah, alam semesta bertasbih.

Dalam ayat lain Allah memberikan keterangan perihal benda mati yang juga bertasbih. Allah memberikan satu contoh yaitu gunung-gunung. Ayat-ayat tersebut pada waktu itu merujuk kepada Nabi Daud karena ia adalah salah satu nabi yang diberikan mukjizat oleh Allah mengerti bahasa hewan dan memiliki kerajaan bukan dari manusia saja, melainkan dari makhluk lain. Gunung-gunung tersebut diperintahkan Allah untuk bertasbih bersama-sama dengan Nabi Daud. Adapun ayat-ayat tersebut terdapat dalam surah surah Saba’ ayat 10:

وَلَقَدْ آتَيْنَا دَاوُدَ مِنَّا فَضْلا يَا جِبَالُ أَوِّبِي مَعَهُ وَالطَّيْرَ وَأَلَنَّا لَهُ الْحَدِيدَ

Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud karunia dari Kami. (Kami berfirman), “Hai gunung-gunung dan burung­-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud.”

Kemudian juga dalam surah Shad ayat 18-19:

إِنَّا سَخَّرْنَا الْجِبَالَ مَعَهُ يُسَبِّحْنَ بِالْعَشِيِّ وَالإشْرَاقِ . وَالطَّيْرَ مَحْشُورَةً كُلٌّ لَهُ أَوَّابٌ

Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) di waktu petang dan pagi, dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul. Masing-masingnya amat taat kepada Allah.”

Seperti penjelasan oleh Ibnu Katsir dan Wahbah Zuhayli di atas, bahwa pada dasarnya semua makhluk Allah itu bertasbih. Baik yang di langit maupun di bumi, baik yang hidup ataupun mati. Semua alam bertasbih memuji Allah tanpa terkecuali. Dan bahwa manusia yang congkak saja yang tidak mau bertasbih memuji dan menyucikan-Nya.

Bertasbih dengan caranya masing-masing

Pada pambahasan di atas telah diterangkan bahwa semua makhluk di alam ini bertasbih kepada Allah. Lalu yang menjadi pertanyaan, bagaimana cara mereka bertasbih?

Ibnu Musthafa Al-Maraghi dalam Tafsir al-Maraghi mendefinisikan tasbih adalah suatu bentuk penyucian nama dan dzat Allah dari segala macam sifat yang tidak pantas disandang-Nya. Sedang Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Adhim menjelaskan pengertian yang lebih lebar bahwa semua makhluk yang ada di langit dan di bumi turut menyucikan Allah, mengagungkan, memuliakan, dan membesarkan-Nya dari apa yang dikatakan orang-orang musyrik. Seluruh alam semesta mempersaksikan keesaan Allah sebagai Tuhan mereka.

Mengenai cara bertasbihnya makhluk, Al-Maraghi dalam Tafsir al-Maraghi memberikan keterangan bahwa mereka betasbih dengan cara masing-masing. Jika makhluk tersebut mempunyai akal seperti manusia maka cara tasbihnya adalah dengan beribadah seperti menyebut asma Allah dengan lisannya. Dalam hadis riwayat Abu Hurairah, Rasululullah pun memberikan tuntutan mengenai amalan tasbih untuk umatnya, “barang siapa yang mengucapkan subhanallah wa bihamdih dalam sehari seratus kali maka kesalahan-kesalahannya dihapuskan meskipun seperti buih di lautan” (Muttafaqun ‘alaih).

Al-Mahalli dan Al-Suyuthi dalam Tafsir Jalalayn memberikan penjelasan bahwa seluruh tasbih dan shalatnya makhluk dengan caranya masing-masing, sedang Allah yang mengetahui apa yang mereka perbuat. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah juga sependapat dengan hal itu, beliau menambahkan penjelasan bahwa bertasbihnya makhluk adalah dengan menjalankan tugasnya sebagaimana fitrahnya masing-masing. Hal ini juga didasarkan pada hadis Rasulullah ketika beliau melarang umatnya untuk membunuh seekor katak “suara katak adalah tasbihnya,” (HR An-Nasai).

Pendapat-pendapat para mufassir di atas juga disepakati oleh Buya Hamka dalam Tafsri Al-Azhar. Ia memberikan tambahan komentar bahwa seluruh makhluk Allah di alam semesta ini bertasbih menyucikan-Nya dan mengangungkan-Nya baik dengan lisan maupun dengan isyarat aktivitas tubuhnya.

Kebesaran Allah memang tidak akan berkurang meskipun manusia tidak mengagungkan-Nya, bahkan jika pun manusia tidak menyembah-Nya. Namun tujuan bertasbih adalah untuk manusia sendiri. Manusia yang hakikatnya adalah seorang hamba maka selayaknya ia mengagungkan nama-Nya dan menyucikan-Nya. Menyucikan dan mengangungkan-Nya adalah wujud amal seorang hamba yang saleh karena ia tunduk dan taat kepada Sang Penciptanya.

 




 

Apa Makna Allah dan Malaikat Bershalawat kepada Nabi?

Selasa 25 September 2018 09:30 WIB Ilustrasi (Twitter) Bagikan: Salah satu ibadah yang sangat sering dianjurkan oleh para guru untuk dilakukan oleh para muridnya adalah memperbanyak bacaan shalawat kepada Rasulullah Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam. Ini perlu mengingat banyaknya keistimewaan shalawat yang tidak dimiliki oleh amalan-amalan selainnya.

Secara bahasa as-shalawât ( الصلوات ) merupakan bentuk jamak dari kata as-shalât ( الصلاة ) yang berarti berdoa. Karenanya maka bershalawat kepada Rasulullah berarti mendoakan kebaikan bagi beliau. Ini secara bahasa. Namun demikian apakah perintah untuk bershalawat kepada Nabi memang ditujukan dan dimaksudkan agar umat ini mendoakan beliau? Ada banyak penjelasan ulama tentang hal ini.

Allah subhânahû wa ta’âlâ di dalam Surat Al-Ahzab ayat 56 berfirman: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya selalu bershalawat kepada Nabi Muhammad. Wahai orang-orang yang beriman bershalawatlah kalian kepadanya dan bersalamlah dengan sungguh-sungguh.” ADVERTISEMENT Setidaknya ada dua poin besar yang bisa dipahami dari ayat di atas, yakni: Pertama, Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam. Kedua, adanya perintah bagi orang-orang mukmin untuk bershalawat dan bersalam kepada beliau. Dari kedua poin besar itu kemudian lahir beberapa pertanyaan di antaranya: Apa makna shalawat yang berasal dari Allah, para malaikat dan orang-orang mukmin? Bila shalawat memiliki makna dasar berdoa sebagaimana dijelaskan di atas, maka apa maksud Allah bershalawat kepada Nabi, apakah Allah mendoakan beliau? Bila iya, lalu Allah berdoa kepada siapa? Bila Allah telah bershalawat kepada Nabi, lalu apa faedah shalawatnya para malaikat dan faedahnya orang-orang mukmin juga diperintah untuk bershalawat? Tidakkah shalawat-Nya Allah sudah lebih dari cukup sehingga tak dibutuhkan lagi dari selain-Nya? Imam Al-Qurtubi di dalam kitab tafsirnya menjelaskan bahwa shalawatnya Allah kepada Nabi Muhammad berarti rahmat dan keridloan-Nya kepada beliau. Sedangkan shalawatnya para malaikat berarti doa dan permohonan ampun (istighfar) mereka bagi Rasulullah. Adapun shalawatnya umat beliau merupakan doa dan pengagungan terhadap kedudukan Rasulullah Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam (Muhammad bin Ahmad Al-Qurthubi, Al-Jâmi’ li Ahkâmil Qur’ân, Kairo, Darul Hadis, 2010, jil. VII, hal. 523).

Makna-makna ini tidak saja disampaikan oleh Al-Qurthubi tapi juga oleh para mufassir di dalam berbagai kitab mereka. Dari sini bisa dipahami bahwa shalawat yang disampaikan oleh Allah, para malaikat, dan orang-orang mukmin memiliki makna yang berbeda satu sama lain. Shalawatnya Allah kepada Nabi jelas tidak mungkin diartikan sebagai doa bagi beliau. Karena mendoakan kebaikan bagi seseorang berarti memohonkan suatu kemanfaatan bagi orang tersebut dari pihak ketiga. Bila shalawatnya Allah dimaknai demikian maka kepada siapakah Allah memintakan kebaikan bagi Nabi-Nya? Jelas ini mustahil. Selanjutnya ada kesamaan makna antara shalawat yang disampaikan oleh para malaikat dan shalawat yang dibacakan oleh orang-orang mukmin, yakni sama-sama bermakna doa atau permohonan kebaikan bagi beliau. Dengan bershalawat para malaikat dan orang-orang mukmin memohon kepada Allah untuk selalu mencurahkan rahmat dan pengagugan-Nya kepada Baginda Rasulullah Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam. Hanya saja perlu digaris bawahi pula bahwa yang demikian itu bukan berarti Rasulullah membutuhkan doanya para malaikat dan umat untuk kebaikan diri beliau. Bila Rasulullah butuh terhadap doanya malaikat dan umatnya yang berupa shalawat maka kiranya shalawat Allah kepada beliau sudah lebih dari cukup, tak ada kebutuhan doa shalawat dari selain-Nya. Berbeda-bedanya makna shalawat yang dilakukan oleh Allah dan para malaikat serta orang-orang mukmin semuanya sejatinya dimaksudkan untuk satu hal, yakni memperlihatkan pengagungan kepada beliau dan menghormati kedudukan beliau yang luhur sebagaimana mestinya. Hal ini sama dengan ketika Allah memerintahkan kita untuk selalu mengingat-Nya, bukan berarti Allah butuh diingat oleh hamba-Nya namun karena untuk menunjukkan kebesaran dan kedudukan-Nya. Dalam hal ini Imam Fakhrudin Ar-Razi di dalam kitab tafsir Mafâtîhul Ghaib menjelaskan: الصَّلَاةُ عَلَيْهِ لَيْسَ لِحَاجَتِهِ إِلَيْهَا وَإِلَّا فَلَا حَاجَةَ إِلَى صَلَاةِ الْمَلَائِكَةِ مَعَ صَلَاةِ اللَّهِ عَلَيْهِ، وَإِنَّمَا هُوَ لِإِظْهَارِ تَعْظِيمِهِ، كَمَا أَنَّ اللَّهَ تَعَالَى أَوْجَبَ عَلَيْنَا ذِكْرَ نَفْسِهِ وَلَا حَاجَةَ لَهُ إِلَيْهِ، وَإِنَّمَا هُوَ لِإِظْهَارِ تَعْظِيمِهِ مِنَّا شَفَقَةً عَلَيْنَا لِيُثِيبَنَا عَلَيْهِ Artinya: “Bershalawat kepada Nabi bukanlah karena kebutuhan beliau kepadanya. Bila Nabi membutuhkan shalawat maka tak ada kebutuhan terhadap shalawatnya malaikat yang bersamaan dengan shalawatnya Allah kepada beliau. Shalawat itu hanya untuk menampakkan pengagungan terhadap beliau, sebagaimana Allah memerintahkan kita untuk mengingat Dzat-Nya sementara Allah tak memeiliki kebutuhan untuk diingat. Hal itu semata-mata karena untuk menampakkan sikap pengagungan terhadap beliau dari kita dan untuk Allah memberikan ganjaran bagi kita atas pengagungan tersebut.” (Fakhrudin Ar-Razi, Mafâtîhul Ghaib, 2000 [Beirut: Darul Fikr, 1981], Jil. XXV, hal. 229) Imam Baidlowi dalam tafsirnya menyampaikan bahwa Allah dan para malaikat bershalawat kepada Nabi artinya memberikan perhatian dalam menampakkan kemuliaan beliau dan mengagungkan kedudukannya. Sedangkan perintah kepada orang-orang mukmin untuk bershalawat kepada beliau berarti perintah agar mereka ikut serta memperhatikan pengagungan tersebut karena mereka lebih selayaknya mengagungkan Baginda Rasulullah dengan membaca shalawat Allâhumma shalli ‘alâ Muhammad. (Nashirudin Al-Baidlowi, Anwârut Tanzîl wa Asrârut Ta’wîl, 2000 [Damaskud: Darur Rosyid], Jil. III, hal. 94)Lebih lanjut, diperintahkannya orang-orang mukmin bershalawat kepada Nabi selain untuk mengagungkan beliau juga dimaksudkan agar shalawat menjadi sarana bagi mereka untuk mendapatkan pahala dan anugerah dari Allah yang berlimpah ruah. Dalam hal ini Rasulullah pernah bersabda: مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً صَلَّى الله عَلَيْهِ عَشْرًا Artinya: “Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali.” Orang yang mendapat shalawat dari Allah berarti dia mendapatkan anugerah yang sangat besar dari-Nya. Hal ini bisa dipahami setidaknya dari ekspresi Rasulullah ketika diberitahu malaikat Jibril perihal orang yang bershalawat kepada Nabi akan mendapat sepuluh shalawat dari Allah. Saat itu Rasulullah seketika bersujud sangat lama sekali sebagai rasa syukur bahwa umatnya mendapat anugerah yang begitu besar dari Allah hanya dengan bershalawat sekali saja. Dengan demikian sesungguhnya yang membutuhkan shalawat bukanlah diri Rasulullah, namun umat beliau. Sebab ketika seseorang bershalawat kepadanya maka ia akan mendapatkan limpahan anugerah dari shalawatnya itu. Wallâhu a’lam. (Yazid Muttaqin)

Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/96220/apa-makna-allah-dan-malaikat-bershalawat-kepada-nabi
===
Yuk, install NU Online Super App versi Android (s.id/nuonline) dan versi iOS (s.id/nuonline_ios). Akses dengan mudah fitur Al-Qur'an, Yasin & Tahlil, Jadwal Shalat, Kompas Kiblat, Wirid, Ziarah, Ensiklopedia NU, Maulid, Khutbah, Doa, dan lain-lain.

 

size='medium'/>

Friday, May 7, 2021

KUNCI SUKSES HIDUP INSYAALLAH DUNIA AKHIRAT

 

 KUNCI SUKSES HIDUP INSYAALLAH DUNIA AKHIRAT

 

ATTITUDE YANG BAIK

SKILL MUMPUNI

KNOWLEDGE LUAS


KREATIP = Orang hidup harus kreatip kata My Father

DISIPLIN

JUJUR

OPTIMIS 

TEKUN

TANGGUH

OTOMATIS

SUKSES


By HATTA SMITH,MM size='medium'/>

Saturday, February 13, 2021

Doa Untuk Air Al Fateha 7x Al Kaustar 3 x niat minta keberkahan Ke Gusti Allah SWT

 Sewaktu saya masih kecil dulu, saya heran kenapa dulu orang tua saya selalu meminta saya utk membawa air putih di dalam teko ketika ada acara pengajian atau acara sholawatan di Mesjid dekat rumah ?


Yang lebih mengherankan lagi " Air Putih " tsb harus saya minum bersama saudara2 saya ? Katanya biar "Berkah". Apa hubunganya ? Pikirku waktu itu ? " Pengajian dan Sholawatan dgn Air Putih ? Tapi karena perintah orang tua...yah...sudah diikutin saja...biar Beliau senang hati...he..he..


Nah...ada satu hal lagi yg agak aneh,... kalau badan saya agak panas, tdk jarang ibu membawa saya ke Guru Ngaji setempat, dan minta air putih utk didoakan dan saya diminta utk segera meminum air tsb ....he..he..ngalahin dokter aja saya pikir ?...


Tapi kini... setelah beberapa puluh tahun kemudian, baru tersingkap secara ilmiah bhw perintah orang tua tsb ternyata bukan tanpa dasar, ada kandungan Hikmah dan Rahasia Besar yg terkandung di dalamnya...


Adalah Dr. Masaru Emoto Dalam bukunya The Hidden Message in Water menguraikan bahwa air ternyata bersifat bisa merekam pesan, seperti pita magnetik atau compact disk.


Semakin kuat konsentrasi pemberi pesan, semakin dalam pesan tercetak di air. Air bisa mentransfer pesan tadi melalui molekul air yang lain.


Barangkali temuan ini bisa menjelaskan, kenapa air putih yang didoakan bisa menyembuhkan si sakit. Dulu ini kita anggap musyrik, atau paling sedikit kita anggap sekadar sugesti, tetapi ternyata molekul air itu menangkap pesan doa kesembuhan, menyimpannya, lalu vibrasinya merambat kepada molekul air lain yang ada di tubuh si sakit dan Tubuh manusia memang 75% terdiri atas air. Otak 74,5% air. Darah 82% air. Tulang yang keras pun mengandung 22% air.


Dr. Emoto akhirnya berkeliling dunia melakukan percobaan dengan air di Swiss, Berlin, Prancis, Palestina, dan ia kemudian diundang ke Markas Besar PBB di New York untuk mempresentasikan temuannya pada bulan Maret 2005 lalu. Ternyata air bisa “mendengar” kata-kata, bisa “membaca” tulisan, dan bisa “mengerti” pesan.


Air putih galon di rumah, bila setiap hari didoakan dengan khusyu kepada Allah, agar anak yang meminumnya saleh, sehat, dan cerdas, dan agar suami yang meminum tetap setia. Air tadi akan berproses di tubuh meneruskan pesan kepada air di otak dan pembuluh darah. Dengan izin Allah, pesan tadi akan dilaksanakan tubuh tanpa kita sadari.


Rasulullah saw. bersabda, “Zamzam lima syuriba lahu”, “Air zamzam akan melaksanakan pesan dan niat yang meminumnya”. Barangsiapa minum supaya kenyang, dia akan kenyang. Barangsiapa minum untuk menyembuhkan sakit, dia akan sembuh. Subhanallah !..... Pantaslah air zamzam begitu berkhasiat karena dia menyimpan pesan doa jutaan manusia selama ribuan tahun sejak Nabi Ibrahim a.s.


Hasil penelitian Dr. Masaru Emoto tsb terus dicoba diulangi dengan misalnya membacakan kata, “Arigato (terima kasih dalam bahasa Jepang)” di depan botol air tadi. Kristal kembali membentuk sangat indah. Lalu dicoba dengan menghadapkan tulisan huruf Jepang, “Arigato”. Kristal membentuk dengan keindahan yang sama.


Selanjutnya ditunjukkan kata “setan”, kristal berbentuk buruk.


Diputarkan musik Symphony Mozart, kristal muncul berbentuk bunga, tapi ketika musik heavy metal diperdengarkan, kristalnya jadi hancur.


Ketika 500 orang berkonsentrasi memusatkan pesan “peace” di depan sebotol air, kristal air tadi mengembang bercabang-cabang dengan indahnya.


Dan ketika dicoba dibacakan doa Islam, kristal bersegi enam dengan lima cabang daun muncul berkilauan sedemikian indahnya.... Subhanallah…..


Bila kita renungkan berpuluh ayat Al Quran tentang air, kita akan tersentak bahwa Allah rupanya selalu menarik perhatian kita kepada air. Bahwa air tidak sekadar benda mati. Dia menyimpan kekuatan, daya rekam, daya penyembuh, dan sifat-sifat aneh lagi yang menunggu disingkap manusia.


Islam adalah agama yang paling melekat dengan air. Shalat wajib perlu air wudlu 5 kali sehari. Habis bercampur, suami istri wajib mandi. Mati pun wajib dimandikan. Tidak ada agama lain yang menyuruh memandikan jenazah, malahan ada yang dibakar. Tetapi kita belum melakukan zikir air. Kita masih perlakukan air tanpa respek. Kita buang secara mubazir, bahkan kita cemari. Astaghfirullah.


“Jadi, Jika kita ingin air terasa manis, masukkan gula, jika ingin air berwarna maka masukan pewarna dan jika ingin air itu mulia, maka masukanlah ayat-ayat yang mulia kedalamnya”


Subhanallah…


Moga bermanfaat.


size='medium'/>

Wednesday, January 20, 2021

KUNCI SUKSES INSYAALLAH DUNIA DAN AKHIRAT

 FORMULA:

ASK IEI DJOTTOS IAI QF :THE RIGHT MAN IN THE RIGHT PLACE 
A = Attitude (Perilaku Positif, Kembangkan Skill Potensi diri karena ini yang bisa bikin kita survive dalam ekonomi, kemandirian maupun kepribadian dalam hidup ini).
S = Skill Terus Asah Ketrampilan kita untuk meraih cita-cita kita. 
K = Knowledge merupakan kekuatan kita untuk kepribadian dan kemandirian kita.
I = Intellegency asupan gizi terus kita tingkatkan agar saling menunjang guna meningkatkan kualitas hidup kita.
E = Energy Kekuatan dan Semangat untuk berbuat.
I = Integritas Kepribadian maupun karakter jujur yang dapat dipercaya harus ada didiri kita.
D = Disiplin Waktu , Pakaian, Kerja , Berbuat harus menjadi karakter kita.
J = Jujur sekali lagi menjadi pribadi yang jujur didiri kita sendiri maupun ke orang lain.
O = Optimis menjadi pribadi yang terus optimis, semangat dan pantang menyerah.
T = Tangguh tanpa kenal menyerah dan berputus asa untuk berbuat dan berinovasi.
T = Tekuni apa yang kita kerjakan, tekuni bakat dan potensi dalam diri kita.
O = Otomatis 
S = Sukses InsyaAllah Dunia dan Akhirat 
I = Ilmu terus diperluas , A = Amalkan Ilmu kita , I = Iman sepenuh keyakinan dengan ilmu dan amal hidup menjadi lebih baik. 
QUALITY AND FAST = Semua dilakukan dengan mengutamakan kualitas dan kecepatan selesaikan baru ke tugas yang lainnya. 
The Right Man in The Right Place : Menempatkan seseorang sesuai dengan bakat minat dan kemampuan sehingga lebih efektif dalam mencapai tujuan organisasi/ tim 

Penulis = Moh. Aprillia Hatta, S.Pi.,MM
Profil : PENDIDIKAN 
SD : SDN JONGBIRU 1996 
SMP : SMPN 2 GAMPENGREJO 2002 
SMA : SMAN 4 KEDIRI 2005 
S1 : UNIV BRAWIJAYA MALANG 2008
S2 : UNIV ISLAM KADIRI 2014
PEKERJAAN 
PT BANK BNISYARIAH KEDIRI = 2013 - 2016 
UNIV. KAHURIPAN KEDIRI = 2016 - 2018
KEMENKUMHAM = 2017 - SEKARANG 
WETABIMBEL = 2015 – SEKARANG 
KEILMUAN

size='medium'/>

HUKUM MEMBUNUH BEGAL

 Membunuh Begal

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Pelaku kriminal yang menyerang jiwa, atau merampas harta dengan senjata, atau merusak kehormatan wanita dengan ancaman senjata, diistilahkan ulama dengan Quttha’ at-Thariq [arab: قطاع الطريق]. Di tempat kita disebut begal atau penyamun.

Secara umum, menghentikan aksi perampok, dapat kita kelompokkan menjadi dua,

Pertama, upaya pemerintah

Islam telah mengatur dan memberikan bimbingan, apa yang seharusnya dilakukan pemerintah dalam menghentikan aksi perampokan. Aturan itu, Allah tuangkan dalam firmannya,

إِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا أَنْ يُقَتَّلُوا أَوْ يُصَلَّبُوا أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ مِنْ خِلَافٍ أَوْ يُنْفَوْا مِنَ الْأَرْضِ ذَلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا وَلَهُمْ فِي الْآَخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

“Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka secara silang, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.” (QS. Al Maidah: 33)

Imam As Sa’di menjelaskan bahwa yang dimaksud membuat kerusakan di muka bumi dalam ayat adalah orang yang melakukan teror di jalanan dengan melakukan perampasan atau pembunuhan. (Manhajus Salikin, hal. 243).

Selanjutnya Imam as-Sa’di menjelaskan rincian hukum yang bisa ditempuh oleh pihak pemerintah dalam menghukum para begal,

1.      Begal yang melakukan pembunuhan dan perampasan harta, dia dibunuh dan disalib.

2.      Begal yang melakukan pembunuhan saja, wajib dibunuh.

3.      Begal yang hanya merampas harta, dipotong tangan kanan sampai pergelangan dan dipotong kaki kirinya sampai pergelangannya.

4.      Begal yang menteror dan menakut-nakuti orang lain, dia dipenjara. (Manhajus Salikin, hal. 243).

Kedua, upaya masyarakat

Bagi masyarakat, baik individu maupun kelompok, melawan aksi begal disyariatkan dalam islam. Dan dianjurkan dengan cara seminimal mungkin yang bisa menghentikan aksinya. Jika dia tidak bisa dihentikan selain dengan membunuhnya, maka tidak ada hak untuk menuntut balas. (Baca: Doa Ketika Dihadang Perampok)

Syaikhul Islam pernah ditanya,

Jika ada orang yang hendak mengambil harta orang lain dengan ancaman bunuh, seperti begal atau perampok, apakah kita boleh menyerahkan harta kita? Ataukah kita melawannya?

Jawaban beliau,

أجمع المسلمون على جواز مقاتلة قطاع الطريق وقد ثبت عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: (من قتل دون ماله فهو شهيد). فالقطاع  إذا طلبوا مال المعصوم لم يجب عليه أن يعطيهم شيئا باتفاق الأئمة؛ بل يدفعهم بالأسهل فالأسهل فإن لم يندفعوا إلا بالقتال فله أن يقاتلهم فإن قتل كان شهيدا وإن قتل واحدا منهم على هذا الوجه كان دمه هدرا؛ وكذلك إذا طلبوا دمه كان له أن يدفعهم ولو بالقتل إجماعا؛

Kaum muslimin sepakat, bolehnya melawan para perampok. Terdapat hadis shahih dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda,

من قتل دون ماله فهو شهيد

“Siapa yang terbunuh karena membela hartanya, maka dia syahid.”

Perampok, apabila dia ingin merampas harta korban, maka si korban tidak wajib menyerahkan hartanya dengan sepakat para ulama. Namun dia bisa  melawannya dengan cara paling mudah yang bisa dilakukan. Jika dia tetap tidak bisa dihentikan, kecuali dengan senjata, maka korban boleh menggunakan senjata. Jika korban terbunuh, maka dia syahid. Dan jika korban berhasil membunuh salah satu diantara gerombolan begal dengan prosedur seperti di atas, maka darahnya tidak bisa dituntut. Demikian pula, ketika begal hendak membunuh korban, ulama sepakat korban berhak melawannya, meskipun sampai harus terjadi pembunuhan.

Apakah harus dilawan?

Beliau melanjutkan penjelasannya,

لكن الدفع عن المال لا يجب بل يجوز له أن يعطيهم المال ولا يقاتلهم. وأما الدفع عن النفس ففي وجوبه قولان هما روايتان عن أحمد

Jika begal ini hanya mengancam harta, maka melindungi harta hukumnya tidak wajib. Korban boleh menyerahkan hartanya dan tidak melawannya. Jika ancaman yang diberikan adalah pembunuhan, ulama berbeda pendapat, apakah wajib membela diri atau tidak. Ada dua riwayat dari Imam Ahmad.

(Majmu’ Fatawa, 34/242).

Diantara dalil bahwa secara individu, kita disyariatkan untuk melawan begal yang berusaha merampok,

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu,

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ جَاءَ رَجُلٌ يُرِيدُ أَخْذَ مَالِى قَالَ « فَلاَ تُعْطِهِ مَالَكَ ». قَالَ أَرَأَيْتَ إِنْ قَاتَلَنِى قَالَ « قَاتِلْهُ ». قَالَ أَرَأَيْتَ إِنْ قَتَلَنِى قَالَ « فَأَنْتَ شَهِيدٌ ». قَالَ أَرَأَيْتَ إِنْ قَتَلْتُهُ قَالَ: هُوَ فِى النَّارِ

Ada seseorang yang datang menemui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

‘Ya Rasulullah, bagaimana jika ada orang yang hendak merampas hartaku.’

“Jangan kau serahkan hartamu.” Jawab baliau.

‘Bagaimana jika dia melawan?’ tanya orang itu.

“Lawan balik dia.”

‘Bagaimana jika dia membunuhku?’ tanya orang itu.

“Engkau syahid.” Jawab beliau.

‘Lalu bagaimana jika aku berhasil membunuhnya?’

“Dia di neraka.” Jawab Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

(HR. Muslim 377)

Semoga Allah memberikan keamanan bagi kita dan lingkungan sekitar kita dari semua makhluk jahat yang mengganggu. Amin…

size='medium'/>

Viewer 0

 Konten Shopee Affiliate masih 0 view padahal rutin bisa jadi karena konten kurang menarik, kurang riset keyword & niche, salah waktu po...